Category: Pemisahan

Destilasi Sederhana

Destilasi sederhana digunakan untuk memurnikan cairan-cairan yang tidak terurai pada titik didih mereka, dan pengotor-pengotor yang non volatil atau untuk memisahkan cairan-cairan yang mempunyai perbedaan titik didih paling sedikit antara 70-80°C. Prinsip Pemisahan Tekanan uap suatu cairan akan meningkat seiring dengan bertambanya temperatur, dan titik dimana tekan uap sama dengan tekanan eksternal cairan disebut sebagai titik didih. Proses pemisahan campuran […]

Read more ›

Destilasi

Destilasi atau penyulingan termasuk dalam metode pemisahan dan pemurnian untuk cairan yang mudah menguap. Prinsip pemisahan untuk sebagian besar metoda berdasarkan pada perbedaan titik didih cairan. Prosesnya meliputi penguapan cairan dengan cara memanaskan, uap yang terbentuk selanjutnya dikondensasi menjadi cairan. Cairan hasil kondensasi disebut dengan destilat. Terdapat berbagai macam cara destilasi, diantaranya : destilasi sederhana, destilasi terfraksi, destilasi tekanan rendah, […]

Read more ›

Perkolasi

Perkolasi adalah metoda ekstraksi cara dingin yang menggunakan pelarut mengalir yang selalu baru. Perkolasi banyak digunakan untuk ekstraksi metabolit sekunder dari bahan alam, terutama untuk senyawa yang tidak tahan panas (termolabil). Ekstraksi dilakukan dalam bejana yang dilengkapi kran untuk mengeluarkan pelarut pada bagian bawah. Perbedaan utama dengan maserasi terdapat pada pola penggunaan pelarut, dimana pada maserasi pelarut hanya di pakai […]

Read more ›

Maserasi

Maserasi statis Maserasi merupakan prosedur yang sederhana untuk mendapatkan ekstrak, dikenal juga sebagai metoda ekstraksi dingin. Simplisia direndam dalam wadah dengan pelarut dan didiamkan dalam waktu tertentu, perlu dilakukan pengadukan dalam jangka waktu tertentu untuk mendapatkan pemisahan yang lebih baik. Proses perendaman dilakukan dengan satu kali pelarut bila simplisia bersifat lembut dan dilakukan ekstraksi atau perendaman bertingkat dengan pelarut baru […]

Read more ›

Kromatografi Lapis Tipis

Kromatografi Lapis Tipis (KLT), dapat digunakan untuk tujuan sebagai metode untuk mencapai hasil kualitatif, kuantitatif, preparatif dan untuk menjajaki sistem fase gerak dan sistem fase diam yang akan digunakan pada kromatografi kolom ataupun kromatografi cair kinerja tinggi. Teknik operasional pada Kromatografi Lapis Tipis hampir sama dengan Kromatografi kertas, namun sebagai pengganti kertas adalah lapisan tipis dari partikel halus adsorben pada […]

Read more ›

Kromatografi Kertas

Prinsip dasar kromatografi kertas adalah partisi multiplikatif, suatu senyawa antara dua cairan yang saling tidak bercampur. Fase diam adalah air yang disokong oleh molekul-molekul selulosa dari kertas, dan fase gerak biasanya merupakan campuran dari satu atau lebih pelarut organik dan air. Perlu diperhatikan sekali lagi, fase diam adalah air bukan kertas, air memang tidak dengan sengaja ditambahkan pada kertas saring […]

Read more ›

Kromatografi

Kromatografi ditemukan pertama kali seorang botanis Rusia Mikhail Semyonovich Tsvet pada tahun 1900 melalui riset pada klorofil. Dia menggunakan suatu kolom adsorbsi-liquid column yang mengandung kalsium karbonat untuk memisahkan pigmen dari tumbuhan. Metoda ini dipubikasikan pada 30 desember 1901 di kongres ke-11 Doktor dan Naturalist  di Sain Petersburg. Dia menggunakan istilah kromatografi untuk pertama kalinya pada 1906 dalam 2 tulisan […]

Read more ›

Evaporasi

Evaporasi adalah metoda pemisahan yang bertujuan memisahkan pelarut dari suatu campuran sehingga diperoleh campuran yang lebih kental. Sesuai dengan arti kata Evaporasi yang berasal dari kata “evaporation” yang artinya menguap, Sampel biasanya terdiri dari zat terlarut (senyawa organik) yang tak mudah menguap dan pelarut yang mudah menguap (MeOH, etil asetat, petroleum eter, dll). Hal ini sering dilakukan setelah pengisolasian suatu […]

Read more ›
Kromatografi Kolom

Kromatografi Kolom

Kromatografi kolom adalah teknik pemisahan dengan tujuan utama memurnikan senyawa dari campurannya. Kromatografi kolom merupakan metoda kromatografi paling awal dikembangkan dibandingkan dengan metoda kromatografi lainnya. Pada kromatografi kolom, campuran yang akan dipisahkan (sampel) diletakkan berupa pita atau lapisan tipis pada bagian atas adsorben/fase diam di dalam kolom yang berupa tabung. Eluen atau fase gerak dibiarkan mengalir melalui kolom dengan aliran […]

Read more ›
Penjenuhan Chamber KLT

Penjenuhan Chamber KLT

Penjenuhan chamber KLT (kromatografi lapis tipis) dan chamber kromatografi kertas adalah adalah proses awal yang harus dilakukan sebelum proses pemisahan sample dilakukan. Penjenuhan chamber dilakukan dengan melapisi dinding bagian dalam chamber  kromatografi dengan kertas saring, sekurang-kurangnya setengah keliling chamber dan hampir mencapai bagian atas bejana. Tujuannya sebagai parameter tingkat kejenuhan chamber terhadap uap eluen/fase gerak. Setelah itu sejumlah eluen dimasukkan […]

Read more ›