Category: Sistem periodik

Sistem Periodik Unsur

Letak suatu unsur pada sistem periodik menentukan sifat periodik unsurnya,Sifat-sifat tersebut berubah dan berulang secara periodik sesuai dengan perubahan nomor atom dan konfigurasi elektron. 1. JARI-JARI ATOM yaitu jarak elektron terluar ke inti atom dan menunjukan besar-kecilnya ukuran suatu atom. Jari-jari atom sukar diukur sehingga pengukuran jari-jari atom dilakukan dengan cara mengukur jarak inti antar dua atom yang berikatan sesamanya. […]

Read more ›

Golongan VIIA (Halogen)

Salah satu golongan penting dalam susunan berkala unsur adalah golongan VIIA yang diberi nama “halogen”. Golongan VIIA perlu untuk diingat atau dihapal karena merupakan unsur-unsur yang banyak membentuk persenyawaan di alam atau senyawa di laboratorium. Halogen memiliki arti “pembentuk garam”, di alam unsur-unsur ini banyak ditemukan dalam bentuk garam. Unsur-unsur halogen semuanya berwarna, pada suhu kamar mempunyai wujud yang berbeda-beda. […]

Read more ›

Golongan IA (Alkali)

Golongan IA atau dikenal dengan nama golongan “Alkali” adalah kelompok unsur yang bersifat logam. Unsur-unsur ini digolongkan pada golongan sama karena memiliki kesamaan “jumlah elektron valensi (elektron pada kulit terluar) berjumlah 1”, dapat dilihat dari konfigurasi elektronnya sebagai berikut : No atom unsur Jumlah elektron/kulit Konfigurasi elektron 3 litium 2, 1 [He]2s1 11 natrium 2, 8, 1 [Ne]3s1 19 kalium […]

Read more ›

Gas Mulia

Gas mulia (noble gas) adalah kelompok unsur yang termasuk golongan VIIIA pada sistem periodik unsur. Unsur-unsur ini mendapat nama gas mulia dikarenakan pada awal penemuannya sampai beberapa tahun kemudian hanya ditemukan dalam bentuk murni tidak dalam bentuk senyawa. Unsur-unsur ini adalah unsur yang sudah memenuhi kaidah oktet (jumlah elektron terluar 2 untuk He dan 8 untuk yang lain) yang diketahui […]

Read more ›