Category: Titrasi

Hitungan dalam Titrasi

“Tujuan proses titrasi adalah penetapan kadar, umumnya kadar dalam molaritas (M) atau terkadang dilanjutkan sampai penetapan massa senyawa (gram)” Prosedur titrasi melewati beberapa tahapan yang berurutan sebagai berikut : Pembuatan larutan baku primer Pembuatan larutan baku sekunder Pembakuan Penetapan kadar sampel Dari keempat tahap utama itu masing-masing melewati tahap perhitungan, sehingga setidaknya ada empat kali dilakukan perhitungan. a. Pembuatan larutan […]

Read more ›

Titrasi Kompleksometri

Pertanyaan : 1. Mengapa ikatan kompleks antara indikator harus lebih lemah dari pada ikatan kompleks antara larutan titer dan ion logam? 2. Mengapa indikator dalam titrasi kompleksometri banyak? Dan apakah indikator itu dipakai semua? 3. Metode titrasi kompleksometri yang paling sering digunakan ? 4. Contoh zat yang digunakan dalam titrasi kompleksometri? 5. Apa yang dimaksud garam yang sukar mengion? Ion […]

Read more ›

Titrasi Asam Basa

Dengan banyak alasan titrasi asam basa adalah metoda titrasi yang paling populer. Salah satu alasan tentunya adalah titrasi asam basa selalu diperkenalkan di hampir setiap laboratorium pendidikan yang menyelenggarakan praktikum. Titrasi asam-basa tergolong pada dua metoda yaitu asidimetri dan alkalimetri. Asidimetri yang secara kata berarti asam (acid) dan pengukuran (metri), diartikan “pengukuran menggunakan asam” yaitu pengukuran terhadap larutan basa bebas […]

Read more ›

Syarat Titrasi

Penentuan kadar dengan metoda titrasi tidak dapat dilakukan terhadap semua senyawa, dikarenakan perbedaan sifat fisika kimia senyawa. Senyawa yang dapat ditetapkan kadarnya dengan titrasi harus memenuhi syarat titrasi, yaitu : Reaksi kimia antar analit dan titrant diketahui dengan pasti dan jelas produk-produk apa yang akan dihasilkan nantinya. Mana reaktan dan produk apa yang akan dihasilkan harus jelas dan pasti Reaksi […]

Read more ›

Penggolongan Titrasi

Metoda titrasi dapat digolongkan dalam 3 macam penggolongan yaitu: Penggolongan titrasi berdasarkan cara titrasinya : Titrasi langsung : dilakukan dengan mereaksikan langsung zat uji dengan larutan baku. Titrasi kembali : dilakukan dengan cara penambahan sejumlah larutan titran berlebih ke dalam larutan zat uji kemudian kelebihannya dititrasi dengan titran yang cocok. Dilakukan untuk reaksi titrasi yang berlangsung lambat atau tidak ada […]

Read more ›

Jenis Indikator Titrasi

Indikator adalah suatu senyawa kimia yang ditambahkan dalam proses titrasi untuk membantu menetapkan titik akhir titrasi. Indikator akan berubah warna jika terdapat titrant berlebih. Perubahan warna ini idealnya terjadi tepat pada titik ekivalen atau sedekat mungkin dengan titik ekivalen. Pembagian Indikator dalam titrasi : 1) Indikator asam basa (Acid Base Indicators) Titrasi yang menggunakan indikator ini adalah titrasi Asidimetri dan […]

Read more ›

Indikator Titrasi Asam Basa

Berdasarkan senyawa yang menyusunnya, indikator titrasi asam – basa diklasifikasikan dalam 3 golongan yaitu : a. Indikator Ftalein dan Indikator Sulfoftalein Indikator ftalein dibuat dengan kondensasi anhidrida ftalein (anhidrida ftalat) dengan fenol yaitu terbentuk fenolftalein. Pada pH 8,0 – 9,8 berubah warnanya menjadi merah. Anggota-anggota lainnya ialah –Naftolftalein-o-cresolftalein, Thymolftalein. Indikator sulfoftalein dibuat dari kondensasi anhidrida ftalein dan sulfonat. Yang termasuk […]

Read more ›

TITRASI KOMPLEKSOMETRI

Pertanyaan : 1. Mengapa ikatan kompleks antara indikator harus lebih lemah dari pada ikatan kompleks antara larutan titer dan ion logam? 2. Mengapa indikator dalam titrasi kompleksometri banyak? Dan apakah indikator itu dipakai semua? 3. Metode titrasi kompleksometri yang paling sering digunakan ? 4. Contoh zat yang digunakan dalam titrasi kompleksometri? 5. Apa yang dimaksud garam yang sukar mengion? Ion […]

Read more ›

Titrasi Iodometri

Titrasi iodometri adalah salah satu titrasi redoks yang melibatkan iodium. Titrasi iodometri termasuk jenis titrasi tidak langsung yang dapat digunakan untuk menetapkan senyawa-senyawa yang mempunyai potensial oksidasi yang lebih besar daripada sistem iodium-iodida atau senyawa-senyawa yang bersifat oksidator seperti CuSO4.5H2O. Berbeda dengan titrasi iodimetri yang mereaksikan sample dengan iodium (langsung), maka pada iodometri, sampel yang bersifat oksidator direduksi dengan kalium […]

Read more ›