Deteksi Arsen Dalam Tubuh

keracunan arsen klaim Pemeriksaan toksikologi untuk mendeteksi adanya racun dilakukan terhadap sampel urin, isi lambung, darah perifer, dan rambut (dicabut dari pangkalnya). Untuk korban keracunan yang meninggal bahan pemeriksaan diambil juga dari jaringan otak dan hati, ginjal, cairan empedu serta humor vitreus. Selain bahan-bahan tersebut, sebagai pembanding dapat juga dilakukan pemeriksaan atas bahan makanan, minuman, obat-obatan yang dicurigai. Pemeriksaan toksikologi terhadap keracunan arsen dilakukan dengan metode kolorimetrik maupun atomic absorption spectroscopy, yang mendeteksi total arsen. Arsen biasanya telah dapat terdeteksi dalam 2-4 jam setelah masuk secara per oral. Batasan nilai toksik arsen dalam berbagai jaringan adalah sbb: dalam darah 0,6±9,3 mg/L, dalam hepar 2± 20 mg/kg, dalam ginjal 0,2±70 mg/kg, dalam otak 0,2-4 mg/kg, dalam rambut atau kuku lebih dari 1 µg/gram berat kering.

Berikut ini dijelaskan beberapa pemeriksaan toksikologi yang dapat dilakukan untuk mendeteksi adanya keracunan arsen dalam tubuh;

1. Pemeriksaan urin

Arsen diekskresi melalui urin dalam bentuk methylated arsenic yang biasanya dapat dideteksi paling lambat 1 ± 3 hari, maka pengambilan sampel harus dilakukan secepat mungkin. Penggunaan urin 24 jam lebih akurat. Peningkatan kadar arsenik dalam urin mungkin saja terjadi setelah mengkonsumsi seafood.

2. Pemeriksaan darah

Pemeriksaan serologis: Pemeriksaan kadar arsenik dalam darah jarang digunakan karena waktu paruhnya yang sangat singkat (kira-kira 2 jam). Kadar arsenik dalam serum hanya dapat dideteksi dalam beberapa jam pertama setelah pajanan. Kadarnya dalam darah sangat tergantung pada diet sehari-hari dan lingkungan sekitar. Pada komunitas dengan kadar arsen normal pada air minumnya, konsentrasi arsen dalam serum antara 3 ± 5 µg/L. Sedangkan pada komunitas dengan kadar arsen 393 µg/L dalam air minumnya, didapati konsentrasi arsen dalam darahnya rata-rata 13 µg/L. Pada pemeriksaan darah lengkap bisa didapatkan gambaran anemia hemolitik.

3. Pemeriksaan rambut dan kuku

Arsen disimpan secara selektif di jaringan ektodermal, terutama di jaringan keratin kuku dan rambut. Kadar arsenkurang dari 0,1 mg/100 gram rambut umumnya tidak punya makna. Kadar sebesar itudapat terjadiakibat akumulasi arsen pada paparan subklinik pada orang normal, misalnya dar air, debu atau bahan kosmetik. Arsen dapat dideteksipada rambut dan kuku dalam jumlah signifikan hanya 30 jam setelah paparan.

4. Neutron Activation Analysis (NAA)

Pada sekitar tahun 1960-an, Hamilton Smith mempublikasikan cara baru mendeteksi arsenik dalam sampel rambut menggunakan teknik neutron activation analysis (NAA).

NAA ditemukan pada tahun 1936 ketika Hevesy dan Levi menemukan bahwa sampel yang mengandung unsur tanah jarang menjadi sangat radioaktif setelah terkena sinar neutron. NAA mengukur karakter sinar gamma yang dipancarkan oleh isotop pada sampel melalui iradiasi termal. Setelah iradiasi dan peluruhan radioaktif, spektrum sinar gamma dideteksi. Setiap unsur mempunyai spektrum sinar gamma yang khas sehingga dapat diketahui jenis unsur dalam sample beserta kadarnya.

Leave a Comment