Evaporasi

Evaporasi adalah metoda pemisahan yang bertujuan memisahkan pelarut dari suatu campuran sehingga diperoleh campuran yang lebih kental. Sesuai dengan arti kata Evaporasi yang berasal dari kata “evaporation” yang artinya menguap,

Sampel biasanya terdiri dari zat terlarut (senyawa organik) yang tak mudah menguap dan pelarut yang mudah menguap (MeOH, etil asetat, petroleum eter, dll). Hal ini sering dilakukan setelah pengisolasian suatu sampel dari ekstraksi pelarut. Biasanya alat yang digunakan adalah Rotary Evaporator

Prinsip Kerja Evaporasi

Pada dasarnya prinsip evaporasi adalah penurunan tekanan (sistem) yang menyebabkan turunnya titik didih cairan (pelarut) sehingga dapat diuapkan pada suhu rendah (di bawah 60 derajat celsius).

Kondisi ini dibuat untuk mencegah senyawa tidak tahan panas yang terdapat pada sample rusak. Karena itu alat selalu dilengkapi dengan pompa vakum untuk menurunkan tekanan tersebut.

Pelarut yang diuapkan kemudian didinginkan dengan kondensor yang posisinya kadang dibuat tegak lurus atau miring.

Kemudian pelarut tersebut ditampung pada labu bundar yang terdapat dibagian bawah kondensor, seringkali pelarut yang tertampung dalam keadaan hampir murni sehingga dapat digunakan untuk proses yang lainnya.

Sampel disimpan pada labu yang disambungkan pada pipa yang pada gambar terdapat di bagian kanan. Kemudian dipanaskan pada penangas air dengan termostat untuk menjaga suhu stabil. Selama proses berjalan tempat sample (labu) berputar dengan kecepatan yang diatur dan disesuaikan dengan jumlah sample. Proses pemutaran ini dimaksudkan untuk mencegah terjadinya pengeringan (kerak) pada labu.

Labu Evaporasi

Labu untuk menyimpan sample pada evaporasi terdapat dua bentuk yaitu bundar dan lonjong,  dan tersedia dengan beberapa ukuran, mulai dari yang besar sampai yang kapasitas kecil. Pada proses evaporasi sebaiknya penggunaan labu disesuaikan dengan jumlah sample, misalnya untuk sample sebanyak 700ml gunakan labu berukuran 1 liter, hati-hati isi dalam labu tidak boleh penuh karena posisi labu miring tidak tegak lurus.

Kemudian gantilah labu dari yang besar ke yang kecil apabila pelarut sudah berkurang, lebih baik lagi pada saat sample sudah sangat sedikit gantilah dengan labu paling kecil dan berbentuk lonjong untuk memudahkan pengambilan hasil akhir, dengan menggunakan spaterl.

Untuk memperjelas bagaimana cara kerja evaporasi silahkan lihat video yang banyak terdapat di youtube, salah satunya beriktu ini:

Leave a Comment