Hitungan dalam Titrasi

“Tujuan proses titrasi adalah penetapan kadar, umumnya kadar dalam molaritas (M) atau terkadang dilanjutkan sampai penetapan massa senyawa (gram)”

Prosedur titrasi melewati beberapa tahapan yang berurutan sebagai berikut :

  • Pembuatan larutan baku primer
  • Pembuatan larutan baku sekunder
  • Pembakuan
  • Penetapan kadar sampel

Dari keempat tahap utama itu masing-masing melewati tahap perhitungan, sehingga setidaknya ada empat kali dilakukan perhitungan.

a. Pembuatan larutan baku primer

Dilakukan secara kuantitatif (sangat akurat), karenanya menggunakan alat-alat yang akurat seperti labu ukur. Dalam perhitungannya sebaiknya menggunakan ukuran yang akurat juga, gampangnya gunakan alat ukur dengan ketelitian diatas 2 angka dibelakang koma. Perhitungan di tahap ini adalah perhitungan molaritas (M) dengan rumus :

M = g/Mr  x   1000/V   (susah bikin rumusnya)

note : gram diperoleh dari hasil penimbangan, dalam prakteknya hitung dulu berapa yang harus ditimbang, tapi tidak perlu menimbang pas banget tapi cukup mendekati, baru kemudian hitung M yang sebenarnya (dengan g hasil penimbangan), jadi nimbangnya ndak perlu lama2

b. Pembuatan larutan baku sekunder.

Dilakukan tidak perlu terlalu kuantitatif, tapi hitunglah dengan rumus yang sama dengan baku primer , namun dalam pekerjaan tidak perlu akurat. Dan tidak perlu dilakukan perhitungan kembali konsentrasi larutan, cukup diawal saja.

c. Pembakuan

Nah baru disini kita lakukan perhitungan konsentrasi baku sekunder. Prosedur ini sudah merupakan prosedur titrasi (pake buret maksudnya). Tujuannya adalah menetapkan kadar larutan baku sekunder menggunakan baku primer (yang biasanya disimpan dalam  erlenmeyer). Perhitungan menggunakan rumus :

V1N1  =  V2N2

  V1 = volume baku primer ; N1 = normalitas baku primer

  V2 = volume baku sekunder (dari buret)  ;  N2 = normalitas baku sekunder (yang dihitung)

note : sebaiknya gunakan N dalam perhitungan titrasi jangan M untuk menghindari kelupaan menghitung ekuivalensi

d. Penetapan Kadar Sampel

prosedur dan perhitungan sama persis dengan pembakuan, hanya saja baku primer diganti dengan sampel.

Nah… kalau sudah selesai jangan lupa ubah harga Normalitas (N) sampel menjadi Molaritas (M) kalau diperlukan lanjutkan dengan menghitung massa sampel……. BERES.

catatan : perhitungan ini untuk jenis titrasi langsung, kalau titrasi balik agak sedikit berbeda.

Leave a Comment