Kromatografi Kolom

kromatografi kolom Kromatografi kolom adalah teknik pemisahan dengan tujuan utama memurnikan senyawa dari campurannya. Kromatografi kolom merupakan metoda kromatografi paling awal dikembangkan dibandingkan dengan metoda kromatografi lainnya.

Pada kromatografi kolom, campuran yang akan dipisahkan (sampel) diletakkan berupa pita atau lapisan tipis pada bagian atas adsorben/fase diam di dalam kolom yang berupa tabung. Eluen atau fase gerak dibiarkan mengalir melalui kolom dengan aliran yang dipengaruhi oleh gaya gravitasi, gaya berat, dan mekanisme adsorpsi. Senyawa akan terpisah berupa pita-pita yang akan bergerak melalui kolom dengan laju yang berbeda, memisah, kemudian dikumpulkan berupa fraksi pada saat keluar dari akhir kolom

Mekanisme pemisahan pada kromatografi kolom 

Mekanisme pemisahan pada kromatografi kolom umumnya terjadi karena adsorpsi, sehingga sebelum dibuat menjadi bubur, serbuk adsorben harus diaktifkan terlebih dahulu dengan pemanasan. Suhu dan lama waktu pemanasan menentukan derajat keaktifan. Tujuan pengaktifan ini sama seperti pengaktifan lapisan adsorben pada kromatografi lapis tipis (KLT). Sifat adsoben terutama tergantung pada pH dan derajat keaktifannya. Berdasarkan aktivitas adsorpsi relatif terhadap alumina, disusun suatu tingkat aktivitas Brockmann, sehingga adsorben digolongkan ke dalam golongan I (aktivitas tertinggi) hingga V (aktivitas terendah).

Kekuatan adsorpsi gugus polar pada senyawa-senyawa polar akan meningkat dengan urutan sebagai berikut:

-CO2R, =C=O, -NH2, -OH, -CO2H

Gugus polar pada pemukaan alumina dan silika, terutama gugus hidroksi, akan menarik molekul komponen sampel melalui interaksi dipol-dipol dan ikatan hidrogen. Jika titik-titik tersebut diduduki oleh air atau pelarut berproton seperti alkohol dan amina, maka permukaan tidak dapat berfungsi lagi sebagai adsorben dan dikatakan menjadi nonaktif. Selain itu afinitas adsorben dapat dimodifikasi secara kimia dengan penambahan asam.

Pada pemilihan adsorben dan eluen, sebagai pegangan digunakan adsorben yang polaritasnya sama dengan komponen sampel yang hendak dipisahkan, sedangkan eluen sebaliknya. Bila digunakan eluen yang kurang polar, pemisahan sempurna tetapi lambat sehingga diperlukan volume eluen yang lebih banyak, dan waktu analisis yang lebih panjang. Perambatan komponen dapat dipercepat dengan penambahan eluen yang lebih polar.

Leave a Comment