Nanoemulsi

Nanoemulsi adalah sebuah sistem emulsi dengan ukuran tetesan antara 1 nm sampai 100 nm, ditandai dengan cairan transparan yang tergantung pada ukuran partikel (Pathak, Yashwant & Deepak Thassu, 2009). Ukuran droplet nanoemulsi yang kecil membuat nanoemulsi stabil secara kinetik sehingga mencegah terjadinya sedimentasi dan kriming selama penyimpanan. Pada penggunaan topikal nanoemulsi dapat lebih mudah menembus lapisan kulit dengan mempengaruhi permeabilitas obat ke dalam kulit (Basker, R, 2010).

Nanoemulsi adalah sekelompok partikel yang terdispersi, yang sangat membantu dan berguna dalam bidang farmasi dan biomedis,yang memberikan harapan yang besar bagi masa depan kosmetik. Nanoemulsi terbuat dari surfaktan dan zat kimia yang aman untuk konsumsi manusia yang umumnya sudah “Secara Umum Diakui Aman “(GRAS) oleh FDA (Sharma, 2012).

Emulsi ini mudah diproduksi dalam jumlah besar dengan mencampur fase air yang bercampur minyak yang sangat kecil di campurkan kedalam fase cair dengan tekanan tinggi, dalam sebuah proses mekanik Homogenasi bertekanan tinggi, salah satu teknik ini menggunakan homogenizer atau piston bertekanan tinggi. Homogenizer dapat menghasilkan ukuran partikel nanoemulsi yang sangat rendah  hingga 1nm (Sharma, 2012).

Keuntungan nanoemulsi

1. Nanoemulsi memiliki luas permukaan yang jauh lebih tinggi dan bebas energi dari pada mikroemulsi, sehingga membuat sistem transport/pengangkutan menjadi efektif.

2. Nanoemulsi tidak menunjukkan masalah creaming, flokulasi, koalesensi, dan sedimentasi, yang umumnya terjadi pada sediaan mikroemulsi.

3. Nanoemulsi dapat diformulasikan kedalam berbagai formula seperti busa/foam, krim, cairan dan semprotan.

4. Nanoemulsi tidak beracun dan tidak mengiritasi, maka dapat dengan mudah diterapkan pada kulit dan membran mukosa.

5. Nanoemulsi diformulasikan dengan surfaktan, yang telah diijinkan untuk dikonsumsi oleh manusia (GRAS) dan dapat digunakan melalui rute enterik.

6. Nanoemulsi tidak merusak sel-sel manusia yang sehat dan sel-sel hewan, maka cocok untuk manusia dan hewan untuk tujuan terapi (Sharma, 2012).

Leave a Comment