Penggolongan Titrasi

Metoda titrasi dapat digolongkan dalam 3 macam penggolongan yaitu:

Penggolongan titrasi berdasarkan cara titrasinya :

  1. Titrasi langsung : dilakukan dengan mereaksikan langsung zat uji dengan larutan baku.
  2. Titrasi kembali : dilakukan dengan cara penambahan sejumlah larutan titran berlebih ke dalam larutan zat uji kemudian kelebihannya dititrasi dengan titran yang cocok. Dilakukan untuk reaksi titrasi yang berlangsung lambat atau tidak ada indikator yang cocok.

Penggolongan titrasi berdasarkan jumlah sampel :

  1. Titrasi makro : jumlah sampel 100 – 1000 mg, volume titran 10 – 100 ml, ketelitian buret 0,02 ml.
  2. Titrasi semi mikro : jumlah sampel 10 – 100 mg, volume titran 1 – 10 ml, ketelitian buret 0,001 ml.
  3. Titrasi mikro : jumlah sampel 1 – 10 mg, volume titran 0,1 – 1 ml, ketelitian buret 0,001 ml.

Penggolongan titrasi berdasarkan reaksi kimia :

  1. Reaksi asam-basa (asidi-alkalimetri = netralisasi) : penetapan kadar berdasarkan pada perpindahan proton dari zat yang bersifat asam atau basa, baik dalam lingkungan air ataupun dalam lingkungan bebas air (TBA=titrasi bebas air).
  2. Reaksi oksidasi-reduksi (redoks) : penetapan kadar berdasarkan pada perpindahan elektron.
  3. Reaksi pengendapan (presipitasi) : penetapan kadar berdasarkan terjadinya endapan yang sukar larut, contohnya argentometri.
  4. Reaksi pembentukan kompleks : penetapan kadar berdasarkan terjadinya pembentukan kompleks antara ion logam dengan zat pembentuk kompleks.

(Ibnu Gholib, 2009)

Leave a Comment