Spektrofotometer UV-vis

Memahami cara kerja suatu instrumen terkadang gampang tapi ada juga yang sulit untuk dipahami, atau ada juga pembelajar yang sangat suka mempelajari instrumen tapi ada juga yang sebaliknya.

Untuk memahami suatu instrumen salah satu cara adalah dengan memahami alatnya dulu, untuk spektro UV-Vis ada satu video dari youtube.com yang bagus berikut ini:

terlihat bahwa inti dari pekerjaan dengan spektrofotometer UV-Vis adalah SINAR. dimana sinar berasal dari dua lampu yang berbeda, yaitu lampu wolfram/tungstein untuk sinar Visible (sinar tampak = 380 – 780nm) dan lampu deuterium (D2) untuk sinar Ultra Violet (180-380nm) pada video lampu yang besar.

Hal kedua yang diperlukan adalah pembaur cahaya yang kerennya disebut monokromator yang di video memberikan sinar pelangi, karena dari sana lah kemudian kita bisa memilih panjang gelombang yang diinginka/diperlukan. Pada video yang diperlihatkan sinar tampak atau untuk spektro visible, tapi untuk UV pun kerjanya sama, hanya saja tidak akan terlihat oleh mata kita.

Hal ketiga adalah tempat sampel atau kuvet, di video ada dua karena alat yang dipakai tipe double beam, disanalah kita menyimpan sample dan yang satu lagi untuk blanko.

Keempat adalah detektor atau pembaca cahaya yang diteruskan oleh sampel, disini terjadi pengubahan data sinar menjadi angka yang akan ditampilkan pada reader (komputer di video).

komponen lain yang nampak penting di video adalah cermin-cermin dan tentunya slit (celah kecil) untuk membuat sinar terfokus dan tidak membaur tentunya,

jadi satu hal penting dalam pekerjaan dengan spektrofotometer Uv-Vis adalah harus dihindari adanya cahaya yang masuk ke dalam alat, biasanya pada saat menutup tenpat kuvet, karena bila ada cahaya lain otomatis jumlah cahaya yang diukur menjadi bertambah.

Leave a Comment