Spektrofotometri Infra Merah

Spektrofotometri inframerah merupakan salah satu analisa kualitatif yang digunakan untuk menentukan gugus fungsi suatu senyawa organik serta untuk mengetahui informasi struktur suatu senyawa organik dengan membandingkan daerah sidik jarinya.

No. Daerah inframerah Rentang panjang gelombang (µm) Rentang bilangan gelombang

(cm-1)

Rentang frekuensi (Hz)
1. Dekat 0,78 – 2,5 13.000 – 4.000 3,8 – 1,2 (1014)
2. Pertengahan 2,5 – 50 4.000 – 200 1,2 – 0,06 (1014)
3. Jauh 50 – 1000 200 – 10 6,0 – 0,3 (1014)
4. Terpakai untuk analisis instrumental 2,5 – 15 4.000 – 670 1,2 – 0,2 (1014)

Spektrofotometri inframerah sangat penting dalam kimia modern, terutama (meskipun bukan satu-satunya) dalam daerah organik. Spektrofotometer ini merupakan alat rutin untuk mendeteksi gugus fungsional, mengidentifikasi senyawa, dan menganalisis campuran. Instrumen yang merekam spectra inframerah tersedia secara komersial dan mudah digunakan secara rutin.

Syarat suatu gugus fungsi dalam suatu senyawa dapat terukur pada spektra IR adalah adanya perbedaan momen dipol pada gugus tersebut. Vibrasi ikatan akan menimbulkan fluktuasi momen dipole yang menghasilkan gelombang listrik. Suatu ikatan kimia dapat bervibrasi sesuai dengan level energinya sehingga memberikan frekuensi yang spesifik. Hal inilah yang menjadi dasar pengukuran spektroskopi inframerah. Jenis-jenis vibrasi molekul biasanya terdiri dari enam macam, yaitu symmetrical stretching, asymmetrical stretching, scissoring, rocking, wagging dan twisting.

Telah dikatakan bahwa radiasi IR yang dipakai untuk analisis instrumental adalah radiasi IR yang rentang bilangan gelombangnya antara 4000 hingga 670 Cm-1. Radiasi IR tersebut dibagi lagi atas dua daerah yaitu:

– daerah gugus fungsi pada rentang bilangan gelombang antara 4000 hingga 1600 cm-1

– daerah sidik jari pada rentang bilangan gelombang antara 1600 hingga 670 cm-1

Radiasi IR yang dipakai tersebut harus berada pada rentang frekuensi yang sesuai dengan rentang getaran alamiah (natural vibration) dari molekul agar memperoleh informasi gugus-gugus molekul dari zat yang dianalisis. Daerah inframerah sedang (4000-400 cm-1) berkaitan dengan transisi energi vibrasi dari molekul yang memberikan informasi mengenai gugus-gugus fungsi dalam molekul tersebut. Daerah inframerah jauh (400-10 cm-1) bermanfaat untuk menganalisis molekul yang mengandung atom-atom berat seperti senyawa anorganik, namun membutuhkan teknik khusus yang lebih baik. Daerah inframerah dekat (12.500-4000 cm-1) yang peka terhadap vibrasi overtone

Leave a Comment