Tabir Surya Mengurangi Efek Radiasi

Sinar matahari adalah sinar monokromatis dengan lamda yang berbeda, dan sinar matahari yang berpengaruh buruk adalah sinar monokromatis dengan lamda 2800-3900 A. Eritema dapat timbul tergantung pada lamanya penyinaran, kekuatan cahaya matahari, kepekaan seseorang, dan energy radiasi sinar matahari. Bila sinar matahari itu tidak begitu lama kontak dengan kulit, maka akan mempunyai efek baik yaitu akan merangsang peredaran darah serata dapat menghasilkan vitamin D serta provitamin D pada epidermis kulit.

Mencegah interaksi sinar UV dengan kromofor kulit merupakan fungsi utama dari tabir surya. Produk tabir surya sangat sederhana; mereka mengabsorbsi/memantulkan/ menghamburkan radiasi UV dari sinar matahari sebelum energy ini diabsorbsi oleh residu kromofor dalam kulit.

Untuk menghasilkan efek ini, prodek tabir surya secara teknik sangat kompleks. Produk ini harus digunakan untuk keefektifannya dan sama dengan produk perawatan lainnya, kepatuhan adalah kunci untuk memperoleh keutamaan dari kesehatan

Sediaan sunscreen adalah sediaan kosmetik yang digunakan pada permukaan kulit untuk menahan pengaruh buruk dari sinar matahari dan pengaruh buruk lainya. Mula-mula sediaan ini dikenal di Amerika pada tahun 1928, merupakan penggunaan kosmetika yang luas penggunaannya karena sebagai pelindung kulit terhadap sinar matahari, juga dapat sebagai pelindung dari panas dan dapat digunakan untuk semua umur.

Terjadinya kerusakan pada kulit dapat disebabkan oleh adanya penyerapan energi radiasi sinar matahari oleh kulit. Kerusakan kulit ini disebut Eritema, dengan tanda-tanda kulit berwarna kemerahan, melepuh, sakit kalau sudah pecah, dan dapat mengandung nanah.

American Cancer Society menyatakan bahwa pemaparan UV dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan perubahan pada kulit yang meliputi :

  • Penuaan
  • Kerutan pada kulit yang dalam
  • Kehilangan elastisitas kulit
  • Noda gelap (lentigos, kadang disebut “age spots” atau “liver spots” )
  • Keratosis aktinik
  • Kulit berwarna gelap
  • Terasa kasar

Zat-zat yang dapat bersifat sebagai screening agent adalah zat-zat yang dapat menyerap sinar matahari dengan panjang gelombang 2800-3200 oA. Zat-zat tersebut harus mempunyai bau yang enak, dan dalam konsentrasi yang digunakan tidak boleh memberi warna pada kulit.

Berdasarkan cara kerjanya screening agent dapat dibagi menjadi.

1. Bekerja secara fisika : zat- zat tersebut dapat memantulkan kembali sinar ultraviolet dari sinar matahari, sehingga tidak terserap oleh kulit. Sebagai contoh : TiO2, ZnO, CaCO3, MgO, Kaelin, dan Talk.

2. Bekerja secara kimia : zat-zat tersebut dapat menyerap radikal – radikal bebas dari sinar matahari/ sinar ultraviolet pada gelombang 2800 – 3200 A.

Sunscreen dapat membantu melindungi dan mencegah kerusakan kulit, keriput, dan mengurangi resiko terkena kanker kulit. Akhir-akhir ini sunscreen spektrum luas mengandung zat aktif yang dapat memblokir sinar UV-A dan UV-B. Sunscreen harus digunakan setidaknya setiap dua jam sekali ketika melakukan aktivitas diluar rumah. American Academy of Dermatology menyarankan agar ketika keluar rumah sebaiknya mencari tempat yang teduh bila memungkinkan memakai topi bertepi lebar, kacamata hitam, dan pakaian pelindung hindari berjemur.

Walaupun orang Indonesia termasuk golongan yang tidak terlalu beresiko terhadap paparan sinar matahari, karena masih memiliki  pigmen warna kulit  yang dapat bertindak sebagai pelindung. Walau begitu bila terpapar terlalu lama akan lebih aman menggunakan tabir surya. Untuk perempuan tentunya masih sangat perlu untuk mencegah penghitaman kulit yang terlalu cepat.

Leave a Comment