Titrasi Bebas Air

Titrasi bebas air adalah titrasi yang tidak menggunakan air sebagai pelarut, tetapi digunakan pelarut organik. Titrasi ini digunakan untuk menetapkan kadar asam dan basa bersifat lemah seperti halnya asam-asam organik atau alkaloida-alkaloida, senyawa-senyawa ini tidak dapat dilakukan titrasi dalam lingkungan berair karena disamping sukar larut dalam air juga kurang reaktif dalam air, seperti misalnya garam-garam amina.

Pelarut yang biasa digunakan dibagi atas dua golongan yaitu pelarut protolitis dan pelarut amfiprotolitis. Indikator yang digunakan adalah berupa senyawa organic yang bersifat asam atau basa lemah, dimana warna molekulnya berbeda dengan warna bentuk ionnya, contohnya kristal violet yang pada titik akhir titrasi ditandai dengan perubahan warna larutan dari ungu kebiru-biruan menjadi hijau zamrud

Macam macam titrasi bebas air

Titrasi bebas Air (TBA)

Titrasi bebas Air (TBA) merupakan prosedur titrimetri yang paling umum digunakan untuk uji-uji dalam Farmakope. Metode ini mempunyai 2 keuntungan: (i)metode ini cocok untuk titrasi asam-asam atau basa-basa yang sangat lemah, dan (ii) pelarut yang digunakan adalah pelarut organik yang juga mampu melarutkan analit-analit organik.

Prosedur umum yang digunakan untuk titrasi basa-basa organik adalah dengan menggunakan titrasi asam perklorat dalam asam asetat. Titrasi ini harus benar-benar bebas dari air karena air dapat bersifat asam lemah dan basa lemah, oleh karena itu air akan berkompetisi dengan asam-asam atau basa-basa yang sangat lemah dalam hal menerima atau member proton.

Titrasi Bebas Air Basa Lemah

Asam asetat merupakan penerima proton yang sangat lemah sehingga tidak berkompetisi secara efektif dengan basa-basa lemah dalam hal menerima proton. Hanya asam yang sangat kuat yang mampu memprotonisasi asam asetat.

Titrasi Bebas Air Asam-asam lemah

Untuk titrasi bebas air (TBA) asam-asam lemah, pelarut yang digunakan adalah pelarut-pelarut yang tidak berkompetisis secara kuat dengan asam lemah dalam hal memberikan proton. Alkohol dan pelarut-pelarut aprotik dapat digunakan sebagai pelarut. Pelarut aprotik adalah pelarut yang dapat menurunkan ionisasi asam-asam dan basa-basa. Termasuk dalam kelompok pelarut ini adalah pelarut-pelarut non polar seperti benzene, karbon tetraklorida serta hidrokarbon alifatik.

By |2019-01-10T07:07:20+00:00January 10th, 2019|Titrasi|0 Comments

About the Author:

Leave A Comment