TITRASI KOMPLEKSOMETRI

Pertanyaan :

1. Mengapa ikatan kompleks antara indikator harus lebih lemah dari pada ikatan kompleks antara larutan titer dan ion logam?

2. Mengapa indikator dalam titrasi kompleksometri banyak? Dan apakah indikator itu dipakai semua?

3. Metode titrasi kompleksometri yang paling sering digunakan ?

4. Contoh zat yang digunakan dalam titrasi kompleksometri?

5. Apa yang dimaksud garam yang sukar mengion?

Ion kompleks dan senyawa kompleks sama atau tidak?

6. Logam apa yang dapat dititrasi dengan metode titrasi kompleksometri ?

 

Jawaban :

1. Karena yang dititrasi itu adalah larutan bukan indicator sehingga ikatan pada indicator harus lebih lemah daripada larutan titer agar inkator ditak berpengaruh pada proses titrasi.

2. Indikator banyak karena untuk disesuaikan dengan zat yang akan direaksikan. Tidak,karena Indikator dipakai sesuai dengan keadaan pH yang diinginkan. Sedangkan indikator yang sering digunakan adalah mordan hitam,karena indikator ini membentuk kompleks berwarna merah anggur dengan ion-ion logam, tetapi berubah menjadi warna biru tua pada titik akhir yaitu ketika edatat telah menggantikan semua ion-ion logam dari kompleks indikator.

3. Titrasi langsung karena titrasi ini biasa digunakan untuk ion-ion yang tidak mengendap pada pH titrasi, reaksi pembentukan kompleksnya berjalan cepat.

4. Mg, Ca, Fe

5. Garam yang sukar mengion sama dengan ion kompleks, sedangkan ion kompleks adalah suatu struktur ionik yang kation dari logam transisinya dikelilingi oleh dua atau lebih anion atau molekul netral.

Ion kompleks sama dengan senyawa kompleks karena Senyawa/ ion kompleks dibentuk oleh reaksi suatu ion logam (suatu kation) dengan suatu anion atau molekul netral.

6. Kemampuan mengkompleks relatif dari logam-logam yang digambarkan dengan baik menurut Klasifikasi Schwarzenbach yang dalam garis besarnya didasarkan atas pembagian logam menjadi asam lewis kelas A dan kelas B. Logam kelas A dicirikan oleh larutan afinitas terhadap halogen F > Cl >Br >Idan membentuk kompleks terstabilnya dengan anggota pertama dari grup tabel berkala dari atom penyumbang yakni nitrogen,oksigen, dan fluor. Logam kelas B jauh lebih mudah berkoordinasi dengan I daripada dengan F dalam larutan air dan membentuk kompleks terstabilnya dengan atom penyumbang yang lebih berat dari masing-masing grup itu yakni P,S,Cl.

Klasifikasi Schwarzenbach mendefinisikan ion logam penerima pasangan electron

1. Kation dengan konfigurasi gas mulia. Logam –logam alkali, alkali tanah, dan aluminium termasuk golongan ini, yang memperlihatkan sifat-sifat penerima kelas adalah gaya elektrostatik dominan dalam pembentukan kompleks itu, sehingga interaksi antara ion-ion kecil yang bermuatan tinggi, istimewa kuatnya, dan menimbulkan kompleks-kompleks yang stabil.

2. Kation dengan sub-kulit d yang terisi lengkap. Yang khas dari grup-grup ini adalah tembaga, perak, dan emas. Ion-ion ini mempunyai daya polarisasi yang tinggi.

3. Ion-ion transisi dengan sub-kulit d tidak lengkap . Unsur dengan ciri-ciri kelas B membentuk suatu kelompok yang kira-kira berbentuk segitiga dalam table berkala, dengan puncaknya pada tembaga dan alasnya membentang dari renium sampai bismut. Disebelah kiri kelompok ini unsure-unsur dalam keadaan oksidasi yang tinggi cenderung memperlihatkan sifat-sifat kelas A , sementara disebelah kanan lebih mewakili kelas B.

Kesimpulan

  1. Titrasi kompleksometri adalah titrasi berdasarkan pembentukan senyawa kompleks antara kation dengan zat pembentuk kompleks.
  2. Ligan dalam senyawa kompleks adalah suatu atom atau gugus yang mempunyai satu atau lebih pasangan elektron bebas. Molekul air, amoniak, ion klorida da io sianida merupakan contoh dari ligan yang sederhana yang membentuk kompleks dengan banyak ion logam.

Leave a Comment